- Back to Home »
- Teknik Dasar Photography Untuk Pemula
Posted by : Unknown
Thursday, December 1, 2016
A. Fotografi
Fotografi (
Photography ) berasal dari kata Photo (Cahaya) dan Grafo ( menulis / menggambar
), sehingga dapat diartikan bahwa fotografi adalah suatu teknik
menggambar dengan cahaya. Atas dasar tersebut, jelas bahwa cahaya sangat
berperan penting dan menjadi sumber utama dalam memperoleh gambar (tanpa cahaya
tidak akan ada hasil foto).
B. Kamera SLR
Kamera SLR ( Single Lens Reflex ) atau Kamera D-SLR ( Digital ) merupakan
kamera dengan jendela bidik (Viewfinder) yang memberikan gambar sesuai dengan
sudut pandang lensa melalui pantulan cermin yang terletak di
belakang lensa. Pada umumnya kamera biasa memiliki tampilan dari
jendela bidik yang berbeda dengan sudut pandang lensa karena
jendela bidik tidak berada segaris dengan sudut pandang lensa .
Fotografi berkaitan erat dengan cahaya (jadi untuk menghasilkan sebuah foto diperlukan adanya cahaya, tanpa ada cahaya maka tidak akan ada foto), maka kamera berfungsi untuk mengatur cahaya yang ditangkap image sensor ( sensor gambar pada kamera digital atau film pada kamera konvensional ). Untuk mengatur cahaya, terdapat 2 hal mendasar dalam kamera, yakni Shutter Speed (Kecepatan Rana) dan Aperture (Diafragma).
Gambar contoh beberapa kamera DSLR
C. Lensa
Dalam fotografi, lensa berfungsi
untuk memokuskan cahaya hingga mampu membakar medium penangkap (film). Di
bagian luar lensa biasanya terdapat tiga cincin, yaitu cincin
panjang fokus (untuk lensa jenis variabel), cincin diafragma,
dan cincin fokus.
Macam-macam
lensa
· Lensa Standar. Lensa ini disebut
juga lensa normal. Berukuran 50 mm dan memberikan karakter bidikan
natural.
Lensa standar 18-55mm
· Lensa Sudut-Lebar (Wide Angle Lens). Lensa jenis
ini dapat digunakan untuk menangkap subjek yang luas dalam ruang sempit.
Karakter lensa ini adalah membuat subjek lebih kecil daripada ukuran
sebenarnya. Dengan menggunakan lensa jenis ini, di dalam ruangan kita
dapat memotret lebih banyak orang yang berjejer jika dibandingkan
dengan lensa standar. Semakin pendek jarak fokusnya, maka semakin
lebar pandangannya. Ukuran lensa ini beragan mulai dari 17 mm, 24 mm,
28 mm, dan 35 mm.
Lensa Wide 16-35mm
·
Lensa Fish Eye. Lensa fish eye
adalah lensa wide angle dengan diameter 14 mm, 15 mm, dan 16 mm.
Lensa ini memberikan pandangan 180 derajat. Gambar yang dihasilkan melengkung.
Lensa Fisheye 8-15mm
·
Lensa Tele. Lensa tele
merupakan kebalikan lensa wide angle. Fungsi lensa ini
adalah untuk mendekatkan subjek, namun mempersempit sudut pandang. Yang
termasuk lensa tele adalah lensa berukuran 70 mm ke atas.
Karena sudut pandangannya sempit, lensa tele akan mengaburkan lapangan
sekitarnya. Namun hal ini tidak menjadi masalah karena lensa tele
memang digunakan untuk mendekatkan pandangan dan memfokuskan pada subjek
tertentu.
Lensa Tele
·
Lensa Zoom. Merupakan gabungan
antara lensa tandar, lensa wide angle, dan lesa tele.
Ukuran lensa idak fixed, misalnya 80-200 mm. Lensa ini cukup
fleksibel dan memiliki range lensa ang cukup lebar. Oleh karena
itu lensa zoom banyak digunakan, sebab pemakai tinggal memutar
ukuran lensa sesuai dengan yang dibutuhkan.
Lensa Tele Zoom
·
Lensa Makro. Lensa makro
biasa digunakan untuk memotret benda yang kecil.
Lensa Macro 100mm
D. Fokus
Fokus adalah bagian yang mengatur
jarak ketajaman lensa sehingga gambar yang dihasilkan tidak
berbayang.
F.
Shutter Speed
Shutter speed atau kecepatan
rana merupakan kecepatan terbukanya jendela kamera sehingga cahaya dapat
masuk ke dalam image sensor. Satuan daripada shutter speed adalah detik, dan
sangat tergantung dengan keadaan cahaya saat pemotretan. Semisal cahaya terang
pada siang hari, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih
cepat, semisal 1/500 detik. Sedangkan untuk malam hari yang cahayanya lebih
sedikit, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih lama,
semisal 1/5 detik. Hal ini sekaligus menjelaskan mengapa foto pada malam hari cenderung buram, bahwa shutter speed yang lebih lambat
memungkinkan pergerakan kamera akibat getaran tangan menjadikan cahaya bergeser sehingga foto menjadi buram
/ blur.
Contoh Gambar Penggunaan Shutter speed
G.
Aperture
Aperture atau diafragma merupakan
istilah untuk bukaan lensa. Apabila diibaratkan sebagai jendela, maka
diafragma adalah kiray / gordyn yang dapat dibuka atau ditutup untuk
menyesuaikan banyaknya cahaya yang masuk. Pada kamera aperture dilambangkan
dengan huruf F kecil dan dengan satuan sebagai berikut:
f/1.2
f/1.4
f/1.8
f/2.0
f/2.8
f/3.5
f/4.0
dst...
Semakin kecil angka satuan maka akan semakin besar bukaan lensa (f/1.4 lebih besar bukaannya dibandingkan dengan f/4.0, f/2,8 lebih besar bukaannya dibandingkan dengan f/16).
f/1.4
f/1.8
f/2.0
f/2.8
f/3.5
f/4.0
dst...
Semakin kecil angka satuan maka akan semakin besar bukaan lensa (f/1.4 lebih besar bukaannya dibandingkan dengan f/4.0, f/2,8 lebih besar bukaannya dibandingkan dengan f/16).
Jadi, korelasi antara shutter
speed dan aperture adalah bahwa semakin besar bukaan lensa maka
shutter speed akan semakin cepat, sebaliknya semakin
kecil bukaan lensa maka shutter speed akan semakin melambat.







