INFORMASI DASAR LENSA FOTOGRAFI MAKRO
By : Unknown
INFORMASI DASAR
LENSA
Fotografi Makro
Rasio pembesaran maksimum
Semua pembesaran lensa ditentukan oleh panjang fokusnya. Untuk fotografi makro, kita juga memperhatikan seberapa dekat kita bisa dekat dengan subjek. Kedua faktor ini, panjang fokus dan jarak pemfokusan minimum, menentukan rasio pembesaran maksimum lensa, yang kadang disebut sebagai “rasio reproduksi”. Semakin dekat Kita dengan subjek dengan lensa pada panjang fokus tertentu, semakin tinggi rasio pembesaran yang akan kita capai.
Definisi
klasik dari lensa makro adalah lensa yang mempunyai rasio pembesaran maksimum
setidaknya 1:1, atau “1x” pada spesifikasi lensa. Artinya,
subjek dapat direproduksi dalam ukuran penuh pada sensor gambar kamera: objek
10 mm dapat diproyeksikan ke dalam sensor sebagai gambar 10 mm jika lensa
berada cukup dekat dengan subjek. Rasio pembesaran maksimum 1:2 atau “0,5x” berarti bahwa ukuran maksimum bahwa sebuah gambar dari objek
10 mm yang sama dapat diproyeksikan ke dalam sensor adalah 5 mm, atau hanya
setengah dari ukuran sebenarnya.
Ya Kurang lebihnya begitulah
ini diambil menggunakan lensa canon standar 18-55mm
Karakteristik lain dari lensa makro yang
perlu diketahui
Lensa makro didesain khusus untuk menghasilkan
kinerja optik optimal pada jarak fokus sangat pendek dan biasanya paling tajam
pada jarak dekat, meskipun tidak berarti bahwa Kita hanya dapat menggunakannya
untuk fotografi makro. Banyak lensa makro juga mampu menunjukkan kinerja bagus
ketika membidik subjek normal pada jarak yang normal.
Karakteristik penting lain
dari lensa makro yang digunakan pada jarak pendek adalah bahwa lensa tersebut
memiliki kedalaman bidang sempit. Artinya lensa harus difokuskan dengan
hati-hati untuk mendapatkan detail yang diinginkan dalam fokus sempurna. Kita
mungkin perlu menghentikan aperture untuk mendapatkan kedalaman bidang yang
cukup dengan beberapa subjek. Tetapi kedalaman bidang dangkal dapat menjadi
keuntungan, menegaskan detail fokus penting sekaligus mengaburkan latar
belakang yang mengganggu.
Jarak fokus dan kerja
minimum
Teknik Dasar Photography Untuk Pemula
By : Unknown
A. Fotografi
Fotografi (
Photography ) berasal dari kata Photo (Cahaya) dan Grafo ( menulis / menggambar
), sehingga dapat diartikan bahwa fotografi adalah suatu teknik
menggambar dengan cahaya. Atas dasar tersebut, jelas bahwa cahaya sangat
berperan penting dan menjadi sumber utama dalam memperoleh gambar (tanpa cahaya
tidak akan ada hasil foto).
B. Kamera SLR
Kamera SLR ( Single Lens Reflex ) atau Kamera D-SLR ( Digital ) merupakan
kamera dengan jendela bidik (Viewfinder) yang memberikan gambar sesuai dengan
sudut pandang lensa melalui pantulan cermin yang terletak di
belakang lensa. Pada umumnya kamera biasa memiliki tampilan dari
jendela bidik yang berbeda dengan sudut pandang lensa karena
jendela bidik tidak berada segaris dengan sudut pandang lensa .
Fotografi berkaitan erat dengan cahaya (jadi untuk menghasilkan sebuah foto diperlukan adanya cahaya, tanpa ada cahaya maka tidak akan ada foto), maka kamera berfungsi untuk mengatur cahaya yang ditangkap image sensor ( sensor gambar pada kamera digital atau film pada kamera konvensional ). Untuk mengatur cahaya, terdapat 2 hal mendasar dalam kamera, yakni Shutter Speed (Kecepatan Rana) dan Aperture (Diafragma).
Gambar contoh beberapa kamera DSLR
C. Lensa
Dalam fotografi, lensa berfungsi
untuk memokuskan cahaya hingga mampu membakar medium penangkap (film). Di
bagian luar lensa biasanya terdapat tiga cincin, yaitu cincin
panjang fokus (untuk lensa jenis variabel), cincin diafragma,
dan cincin fokus.
Macam-macam
lensa
· Lensa Standar. Lensa ini disebut
juga lensa normal. Berukuran 50 mm dan memberikan karakter bidikan
natural.
Lensa standar 18-55mm
· Lensa Sudut-Lebar (Wide Angle Lens). Lensa jenis
ini dapat digunakan untuk menangkap subjek yang luas dalam ruang sempit.
Karakter lensa ini adalah membuat subjek lebih kecil daripada ukuran
sebenarnya. Dengan menggunakan lensa jenis ini, di dalam ruangan kita
dapat memotret lebih banyak orang yang berjejer jika dibandingkan
dengan lensa standar. Semakin pendek jarak fokusnya, maka semakin
lebar pandangannya. Ukuran lensa ini beragan mulai dari 17 mm, 24 mm,
28 mm, dan 35 mm.
Lensa Wide 16-35mm
·
Lensa Fish Eye. Lensa fish eye
adalah lensa wide angle dengan diameter 14 mm, 15 mm, dan 16 mm.
Lensa ini memberikan pandangan 180 derajat. Gambar yang dihasilkan melengkung.
Lensa Fisheye 8-15mm
·
Lensa Tele. Lensa tele
merupakan kebalikan lensa wide angle. Fungsi lensa ini
adalah untuk mendekatkan subjek, namun mempersempit sudut pandang. Yang
termasuk lensa tele adalah lensa berukuran 70 mm ke atas.
Karena sudut pandangannya sempit, lensa tele akan mengaburkan lapangan
sekitarnya. Namun hal ini tidak menjadi masalah karena lensa tele
memang digunakan untuk mendekatkan pandangan dan memfokuskan pada subjek
tertentu.
Lensa Tele
·
Lensa Zoom. Merupakan gabungan
antara lensa tandar, lensa wide angle, dan lesa tele.
Ukuran lensa idak fixed, misalnya 80-200 mm. Lensa ini cukup
fleksibel dan memiliki range lensa ang cukup lebar. Oleh karena
itu lensa zoom banyak digunakan, sebab pemakai tinggal memutar
ukuran lensa sesuai dengan yang dibutuhkan.
Lensa Tele Zoom
·
Lensa Makro. Lensa makro
biasa digunakan untuk memotret benda yang kecil.
Lensa Macro 100mm
D. Fokus
Fokus adalah bagian yang mengatur
jarak ketajaman lensa sehingga gambar yang dihasilkan tidak
berbayang.
F.
Shutter Speed
Shutter speed atau kecepatan
rana merupakan kecepatan terbukanya jendela kamera sehingga cahaya dapat
masuk ke dalam image sensor. Satuan daripada shutter speed adalah detik, dan
sangat tergantung dengan keadaan cahaya saat pemotretan. Semisal cahaya terang
pada siang hari, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih
cepat, semisal 1/500 detik. Sedangkan untuk malam hari yang cahayanya lebih
sedikit, maka shutter speed harus disesuaikan menjadi lebih lama,
semisal 1/5 detik. Hal ini sekaligus menjelaskan mengapa foto pada malam hari cenderung buram, bahwa shutter speed yang lebih lambat
memungkinkan pergerakan kamera akibat getaran tangan menjadikan cahaya bergeser sehingga foto menjadi buram
/ blur.
Contoh Gambar Penggunaan Shutter speed
G.
Aperture
Aperture atau diafragma merupakan
istilah untuk bukaan lensa. Apabila diibaratkan sebagai jendela, maka
diafragma adalah kiray / gordyn yang dapat dibuka atau ditutup untuk
menyesuaikan banyaknya cahaya yang masuk. Pada kamera aperture dilambangkan
dengan huruf F kecil dan dengan satuan sebagai berikut:
f/1.2
f/1.4
f/1.8
f/2.0
f/2.8
f/3.5
f/4.0
dst...
Semakin kecil angka satuan maka akan semakin besar bukaan lensa (f/1.4 lebih besar bukaannya dibandingkan dengan f/4.0, f/2,8 lebih besar bukaannya dibandingkan dengan f/16).
f/1.4
f/1.8
f/2.0
f/2.8
f/3.5
f/4.0
dst...
Semakin kecil angka satuan maka akan semakin besar bukaan lensa (f/1.4 lebih besar bukaannya dibandingkan dengan f/4.0, f/2,8 lebih besar bukaannya dibandingkan dengan f/16).
Jadi, korelasi antara shutter
speed dan aperture adalah bahwa semakin besar bukaan lensa maka
shutter speed akan semakin cepat, sebaliknya semakin
kecil bukaan lensa maka shutter speed akan semakin melambat.
Tips Low light dalam Photography
By : Unknown
Fotografi akan terasa mudah jika terdapat cukup cahaya dan kondisi
yang ideal, tetapi kondisi
pencahayaan dalam fotografi digtial tidak selalu seperti yang kita harapkan.
Dalam dunia photografi digital kita
bekerja dengan cahaya sama seperti kita bekerja dengan orang lain, tentu suatu
saat akan mengecewakan.
Low Light
Iso 400
F/4
Manual
Flash
merupakan solusi terbaik pada fotografi
Low-light tetapi masalahnya tidak semua situasi memungkinkan untuk
penggunaan flash. Tidak hanya akan mengganggu konsentrasi jalannya acara,
tetapi juga flash akan mengakibatkan hasil foto kalian terasa datar atau flat.
Hal tersebut kemungkinan besar terjadi jika Sobat menggunakan flash built-in
bawaan dari kamera digital. Flash Built-it (flash pada umumnya) berarti memberikan pencahayaan pada
subyek dari arah depan.
Hal tersebut
tentu bisa dihindari dengan beberapa cara, tergantung dari subyek serta
bagaimana karakter cahaya. Pelajari bagaimana melihat jatuhnya cahaya di
sekitar, sehingga kamu bisa mengerti apakah penggunaan flash bisa bekerja
dengan baik atau tidak. Caya yang baik untuk menghadapi masalah pencahayaan
rendah atau low-light adalah dengan menggunakan PENGATURAN ISO TINGGI. ISO adalah
tingkat kesensitifan sensor terhadap cahaya.
Kekhawatiran
ketika menggunakan ISO tinggi adalah NOISE, jika kamu merasa pengaturan
ISO sudah sempurna tetapi belum tentu sempurna untuk noise yang akan
diakibatkannya. Dalam era fotografi digital kamu bisa mengurangi tingkat NOISE
yang ada pada sebuah foto dengan menggunakan perangkat lunak. Saat ini terdapat
Dua software menurut saya yang bagus untuk Noise Reduction, yaitu: "Noise
Ninja" atau "Neat Image". Jika kamu tidak menaikkan pengaturan
ISO serta tidak memiliki tripod, maka kemungkinan besar kalian akan menghadapi
masalah 'camera shake'. Cobalah untuk menaikkan ISO, dan kamu akan mengerti
kenapa NOISE itu lebih baik dari pada 'camera shake'. Dalam dunia fotografi
digital NOISE akan selalu menjadi satu hal yang perlu dipertimbangkan.
Salah satu
keuntungan kita dalam era fotografi digital adalah, ISO tinggi memudahkan kita
memotret pada kondisi rendah cahaya. Pada era fotografi film, kalian harus
mengganti rol film yang memiliki ISO atau ASA yang lebih tinggi, benar-benar
mempermudah kita bukan? Ini merupakan keuntungan yang bisa kita manfaatkan
sebagai seorang fotografer digital.
Cara lain
yang bisa dilakukan pada kondisi rendah cahaya adalah dengan menggunakan Lensa
Cepat (Fast-Lens), tetapi tentu akan menguras kantong seorang fotografer
pemula. Berikut ini merupakan Tips yang bisa kamu lakukan jika tidak memiliki
Fast-lens, Tripod serta larangan penggunaan flash:
1.
Tinggikan ISO seperlunya.
2.
Memotret menggunakan Format RAW
3.
Gunakan Aperture Priority dengan f-stop
paling rendah, fash-lens
biasanya memiliki f-stop terendah f1/8 atau bisa lebih rendah lagi.
4.
Jika hal diatas masih menghasilkan
shutter speed yang terlalu
rendah untuk dipegang, maka kamu bisa menurunkan exposure compensation
sebanyak satu stop, itu akan meningkatkan shutter, dan kemudian rubah
expsosurenya di post-produksi (gunakan format RAW).
5.
Kamu bisa menggunakan software Noise
Reduction, untuk
mengurangi grain serta noise.
Seperti yang
dituliskan diatas, bahwa 'Fast-Lens' akan terasa sangat mahal bagi ukuran
fotografer pemula, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba menggunakan lensa
prime seperti Canon 50mm f1.8 atau Nikon 50mm f1.8. Cobalah dan rasakan
bedanya. Bedanya mungkin ada pada zooming, untuk itu gunakan kaki kalian
sebagai pengganti Zooming. Happy Low-Lighting J




















