Popular Post

Archive for March 2014

Tips Low light dalam Photography

By : Unknown
Fotografi akan terasa mudah jika terdapat cukup cahaya dan kondisi yang ideal, tetapi kondisi pencahayaan dalam fotografi digtial tidak selalu seperti yang kita harapkan. Dalam dunia photografi digital kita bekerja dengan cahaya sama seperti kita bekerja dengan orang lain, tentu suatu saat akan mengecewakan.
Low Light
Iso 400
F/4
Manual


Flash merupakan solusi terbaik pada fotografi Low-light tetapi masalahnya tidak semua situasi memungkinkan untuk penggunaan flash. Tidak hanya akan mengganggu konsentrasi jalannya acara, tetapi juga flash akan mengakibatkan hasil foto kalian terasa datar atau flat. Hal tersebut kemungkinan besar terjadi jika Sobat menggunakan flash built-in bawaan dari kamera digital. Flash Built-it (flash pada umumnya) berarti memberikan pencahayaan pada subyek dari arah depan.
Hal tersebut tentu bisa dihindari dengan beberapa cara, tergantung dari subyek serta bagaimana karakter cahaya. Pelajari bagaimana melihat jatuhnya cahaya di sekitar, sehingga kamu bisa mengerti apakah penggunaan flash bisa bekerja dengan baik atau tidak. Caya yang baik untuk menghadapi masalah pencahayaan rendah atau low-light adalah dengan menggunakan PENGATURAN ISO TINGGI. ISO adalah tingkat kesensitifan sensor terhadap cahaya.

Kekhawatiran ketika menggunakan ISO tinggi adalah NOISE, jika kamu merasa pengaturan ISO sudah sempurna tetapi belum tentu sempurna untuk noise yang akan diakibatkannya. Dalam era fotografi digital kamu bisa mengurangi tingkat NOISE yang ada pada sebuah foto dengan menggunakan perangkat lunak. Saat ini terdapat Dua software menurut saya yang bagus untuk Noise Reduction, yaitu: "Noise Ninja" atau "Neat Image". Jika kamu tidak menaikkan pengaturan ISO serta tidak memiliki tripod, maka kemungkinan besar kalian akan menghadapi masalah 'camera shake'. Cobalah untuk menaikkan ISO, dan kamu akan mengerti kenapa NOISE itu lebih baik dari pada 'camera shake'. Dalam dunia fotografi digital NOISE akan selalu menjadi satu hal yang perlu dipertimbangkan.

Salah satu keuntungan kita dalam era fotografi digital adalah, ISO tinggi memudahkan kita memotret pada kondisi rendah cahaya. Pada era fotografi film, kalian harus mengganti rol film yang memiliki ISO atau ASA yang lebih tinggi, benar-benar mempermudah kita bukan? Ini merupakan keuntungan yang bisa kita manfaatkan sebagai seorang fotografer digital.

Cara lain yang bisa dilakukan pada kondisi rendah cahaya adalah dengan menggunakan Lensa Cepat (Fast-Lens), tetapi tentu akan menguras kantong seorang fotografer pemula. Berikut ini merupakan Tips yang bisa kamu lakukan jika tidak memiliki Fast-lens, Tripod serta larangan penggunaan flash:
1.                  Tinggikan ISO seperlunya.
2.                  Memotret menggunakan Format RAW
3.                  Gunakan Aperture Priority dengan f-stop paling rendah, fash-lens
biasanya memiliki f-stop terendah f1/8 atau bisa lebih rendah lagi.
4.                  Jika hal diatas masih menghasilkan shutter speed yang terlalu
rendah untuk dipegang, maka kamu bisa menurunkan exposure compensation sebanyak satu stop, itu akan meningkatkan shutter, dan kemudian rubah expsosurenya di post-produksi (gunakan format RAW).
5.                  Kamu bisa menggunakan software Noise Reduction, untuk
mengurangi grain serta noise.


Seperti yang dituliskan diatas, bahwa 'Fast-Lens' akan terasa sangat mahal bagi ukuran fotografer pemula, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba menggunakan lensa prime seperti Canon 50mm f1.8 atau Nikon 50mm f1.8. Cobalah dan rasakan bedanya. Bedanya mungkin ada pada zooming, untuk itu gunakan kaki kalian sebagai pengganti Zooming. Happy Low-Lighting J

- Copyright © zulkifli photography - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -