- Back to Home »
- Tips Low light dalam Photography
Posted by : Unknown
Saturday, March 15, 2014
Fotografi akan terasa mudah jika terdapat cukup cahaya dan kondisi
yang ideal, tetapi kondisi
pencahayaan dalam fotografi digtial tidak selalu seperti yang kita harapkan.
Dalam dunia photografi digital kita
bekerja dengan cahaya sama seperti kita bekerja dengan orang lain, tentu suatu
saat akan mengecewakan.
Low Light
Iso 400
F/4
Manual
Flash
merupakan solusi terbaik pada fotografi
Low-light tetapi masalahnya tidak semua situasi memungkinkan untuk
penggunaan flash. Tidak hanya akan mengganggu konsentrasi jalannya acara,
tetapi juga flash akan mengakibatkan hasil foto kalian terasa datar atau flat.
Hal tersebut kemungkinan besar terjadi jika Sobat menggunakan flash built-in
bawaan dari kamera digital. Flash Built-it (flash pada umumnya) berarti memberikan pencahayaan pada
subyek dari arah depan.
Hal tersebut
tentu bisa dihindari dengan beberapa cara, tergantung dari subyek serta
bagaimana karakter cahaya. Pelajari bagaimana melihat jatuhnya cahaya di
sekitar, sehingga kamu bisa mengerti apakah penggunaan flash bisa bekerja
dengan baik atau tidak. Caya yang baik untuk menghadapi masalah pencahayaan
rendah atau low-light adalah dengan menggunakan PENGATURAN ISO TINGGI. ISO adalah
tingkat kesensitifan sensor terhadap cahaya.
Kekhawatiran
ketika menggunakan ISO tinggi adalah NOISE, jika kamu merasa pengaturan
ISO sudah sempurna tetapi belum tentu sempurna untuk noise yang akan
diakibatkannya. Dalam era fotografi digital kamu bisa mengurangi tingkat NOISE
yang ada pada sebuah foto dengan menggunakan perangkat lunak. Saat ini terdapat
Dua software menurut saya yang bagus untuk Noise Reduction, yaitu: "Noise
Ninja" atau "Neat Image". Jika kamu tidak menaikkan pengaturan
ISO serta tidak memiliki tripod, maka kemungkinan besar kalian akan menghadapi
masalah 'camera shake'. Cobalah untuk menaikkan ISO, dan kamu akan mengerti
kenapa NOISE itu lebih baik dari pada 'camera shake'. Dalam dunia fotografi
digital NOISE akan selalu menjadi satu hal yang perlu dipertimbangkan.
Salah satu
keuntungan kita dalam era fotografi digital adalah, ISO tinggi memudahkan kita
memotret pada kondisi rendah cahaya. Pada era fotografi film, kalian harus
mengganti rol film yang memiliki ISO atau ASA yang lebih tinggi, benar-benar
mempermudah kita bukan? Ini merupakan keuntungan yang bisa kita manfaatkan
sebagai seorang fotografer digital.
Cara lain
yang bisa dilakukan pada kondisi rendah cahaya adalah dengan menggunakan Lensa
Cepat (Fast-Lens), tetapi tentu akan menguras kantong seorang fotografer
pemula. Berikut ini merupakan Tips yang bisa kamu lakukan jika tidak memiliki
Fast-lens, Tripod serta larangan penggunaan flash:
1.
Tinggikan ISO seperlunya.
2.
Memotret menggunakan Format RAW
3.
Gunakan Aperture Priority dengan f-stop
paling rendah, fash-lens
biasanya memiliki f-stop terendah f1/8 atau bisa lebih rendah lagi.
4.
Jika hal diatas masih menghasilkan
shutter speed yang terlalu
rendah untuk dipegang, maka kamu bisa menurunkan exposure compensation
sebanyak satu stop, itu akan meningkatkan shutter, dan kemudian rubah
expsosurenya di post-produksi (gunakan format RAW).
5.
Kamu bisa menggunakan software Noise
Reduction, untuk
mengurangi grain serta noise.
Seperti yang
dituliskan diatas, bahwa 'Fast-Lens' akan terasa sangat mahal bagi ukuran
fotografer pemula, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba menggunakan lensa
prime seperti Canon 50mm f1.8 atau Nikon 50mm f1.8. Cobalah dan rasakan
bedanya. Bedanya mungkin ada pada zooming, untuk itu gunakan kaki kalian
sebagai pengganti Zooming. Happy Low-Lighting J



mantap pake banget !!!
ReplyDelete